Political

Yusril Mahendra hints support for Jokowi

Habib Bahar Dipolisikan, Ini Nasehat Yusril Ihza Mahendra Kepada Presiden Jokowi

  • published: 30 Nov 2018
  • views: 983

KUASA hukum Paslon Jokowi-Ma’ruf Amin, Yusril Ihza Hahendra angkat bicara soal pelaporan Habib Bahar bin Smith atas dugaan ujaran kebencian terhadap Presiden Joko widodo (Jokowi). Menurutnya, ia akan memberikan sarandan masukan terbaik kepada kliennya.

“Tentu setiap apa yang terjadi dalam masyarakat, saya sebagai counsel tentu akan analisis dengan sebaik-baiknya,” kata Yusril usai menghadiri Rakernas PBB di Jakarta, Kamis (29/11/2018).

“Kemudian saya akan memberikan saran keapda pasangan calon, kira-kira langkah apa yang terbaik yang akan diambil,” imbuhnya.

Diketahui, Habib Bahar bin Smith dilaporkan ke polisi atas ceramahnya yang dinilai merendahkan personal Jokowi. Pelaporan dilakukan oleh Ketua Cyber Indonesia yang juga Caleg PSI, Muannas Alaidid.

Yusril menyebutkan, ia lebih mengutamakan menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan. Sebagai seorang calon kepala negara, imbuhnya, Jokowi tidak sepantasnya menempuh jalur hukum dalam menyelesaikan masalah tersebut.

“Saya tentu lebih mengedepankan prinsip kebersamaan, musyawarah dan mufakat. Lebih menempuh penyelesaian dengan cara-cara damai,” ujarnya.

“Apalagi seorang kandidat presiden dan wakil presiden, ketika berhadapan dengan rakyatnya satu orang, apalagi orang biasa, kemudian dianggap menghina pasangan calon, ya mungkin tidak elok juga kalau semua dibawa ke jalur hukum,” lanjut Ketum PBB ini.

Menyikapi polemik tersebut, Yusril mengaku akan memberikan nasihat terbaik untuk kliennya, Jokowi.

“Insya Allah saya akan memberikan suatu nasihat hukum yang pale baik,” pungkasnya.

Sumber:Galamedianews…

Article source: https://article.wn.com/view/2018/11/30/Yusril_Mahendra_hints_support_for_Jokowi/

Loading...

Related posts

Press Release of Matahari’s Share Buyback Program (English)

Times of News

TV reporters record news of purported attack during Saturday rally

Times of News

Jokowi should defend probity for 1965 victims: HRW

Times of News